Mungkin karena banyak alasan saya jatuh cinta pada Tarbiyah, sangat cinta. Walaupun ada banyak kesempatan untuk memilih jalan lain. Keluarga besar Mama yang cenderung ke NU, keluarga besar Papa yang kental Muhammadiyah.
Kemudian, di masa-masa peralihan dari SMA ke dunia kampus, diajak seorang saudari HTI. Dia sangat sudah kokoh HTI nya, sementara saya belum kukuh. Sempat terbakar kobaran semangatnya, akhirnya patah saat 'diselamatkan' oleh Pak Son.
Walaupun saat itu belum kokoh pijakan kaki di tarbiyah:
ajakan teman itu, penyelamatan dari Pak Son itu, akhirnya membantu saya memahat tarbiyah di hati. Hingga kini, saya semakin jatuh hati.

Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances