Mama di Mata Nana

Bang, sini Nana kasih tahu, bagaimana pernah ada satu hari, ketika Nana merasa sangat hancur. Lalu gumaman itu ada, gumaman rindu untuknya, Mama kita. Mungkinkah kau mengerti. Atau pernah kau rasai sendiri. Maka kisah ini akan kubagi, teruntuk seorang wanita luar biasa yang telah membuat kita mendewasa. Seorang Mama yang menangis luka saat kau tak sama dengan harapnya. Bukan marah, atau kecewa. Tapi luka karena merasa beliaulah yang salah. Saat tak jadi mengantarkanmu ke sekolah itu dan menyaksikan bagaimana kau sekarang. Dia begitu mencintaimu. Mencintai kita, maka bahagiakanlah Mama.

......................................................................................
 
Aku ingin ada di situ, di samping ibuku. Lalu mengadu. Mengadu sepuasnya. Tentang apa yang ku tangisi. Tentang apa yang ku sesali. Tentang apa yang ku tulisi.. Lalu ku ingat dia menatap tangisanku. Membelai dan mengusap air mataku. Mengecup, menghirup luka yang tersimpan di sana. Aku yang luka dan tak mau sembuh dibujuknya :

“Cerita hidup kita sesungguhnya telah selesai. Telah selesai di sisiNya dan kita tinggal menjalaninya. Menerima.”


Semakin menyembur luka-luka. Meraung-raung pilu. Dia lalu diam mendengarkan kesakitanku.. Kuceritakan arti sakit bagiku.. Kuberitahu mimpi yang hancur karena kebodohanku. Walau dia lebih tahu, lebih tahu arti kecewaku. Arti kesedihanku. Tahu lebih dari aku. Aku pikir aku ingin pulang.

Ku tanya, mengapa aku harus begitu kecewa ?
dia diam saja, tersenyum. Mengusap air mataku, dan matanya memerah juga..........................................................................


Mama. Adalah alasan kenapa kita ada. Alasan Nana bisa mengenal air mata dan memaknainya.

dari anakmu yang hampir tak pernah mengucapkan selamat hari ibu. Hampir tidak pernah, mungkin cuma 3 kali seumur hidup, itupun satu kalinya telat seminggu.

Widya yang juga selama 3 tahun di asrama juga selalu lupa hari ulang tahun Mama T.T
Widya justru selalu bilang selamat ke Mama setiap Widya ulang tahun. Judulnya selalu sama. "Kado ulang tahun untuk ibuku di hari ulang tahunku."

Widya sayang Mama. Selamat ulang tahun, Ma

0 komentar: